Another uncertain day

Mungkin ini pertama kali dalam hidup, setiap saat saya bangun di pagi hari, saya akan terdiam sebentar dan berusaha mencari-cari gejala jika saya sedang sakit. Saya akan berusaha merasakan apakah tenggorokan saya terasa tidak nyaman, atau suhu badan saya meningkat. Barulah setelah itu saya mulai bergerak dan beraktivitas.


Pertama kali rasanya dalam hidup, setiap bangun pagi saya berpikir 'This is another uncertain day.'

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada dunia besok, pada sebuah negara, sebuah kota, sebuah komunitas, keluarga dan pribadi. Tentu saja, hidup pada dasarnya penuh dengan ketidakpastian. Tapi ini benar-benar pertama kali saya merasakan ketidakpastian itu. Baru saya sadar, selama ini saya hidup dengan sangat nyaman dengan segala kepastian yang mungkin sebenarnya tidak pasti-pasti amat. Kepastian bahwa saya masih bisa makan, karena stok bahan makanan tersedia di supermarket; kepastian bahwa kampus akan terus buka bahkan di hari libur sehingga saya tetap bisa bereksperimen; kepastian bahwa semua akan berjalan normal.

Tapi dalam waktu yang sangat singkat kepastian itu hilang. Puff! Anything can happen in the next one second. You will never know, and once it happens you can't do anything about it.

It's sad. Dengan virus sekecil itu, semua seperti dibuka lebar-lebar. Bobroknya dan betapa tidak teraturnya sebuah manajemen negara, betapa egois dan tidak bisa diaturnya manusia, betapa rapuhnya aktivitas yang selama ini kita jadikan kebanggaan.

Walau di saat yang sama, hal lain pun terlihat jelas. Bahwa ada orang-orang yang rela menyelamatkan orang lain dengan resiko nyawanya sendiri. Ada orang-orang yang berbagi ilmu, harta dan daya, berusaha menenangkan kepanikan orang-orang.

Teguran sangat keras pada manusia dari alam dan tentunya dari Tuhan. Kita dipaksa Tuhan berhenti untuk berpikir secara massal. Apa yang kita cari dan jika yang kita cari itu benar-benar penting; apa kita rela gaya hidup kita diubah demi kepentingan yang lebih besar; apakah akhirnya kita akan kalah atau menang, bukan melawan virus ini, tetapi melawan kebodohan dan keegoisan kita sendiri.

Osaka, 26 Maret 2020
11.56 p.m.
Di laboratorium tercinta, di negeri yang mungkin sebentar lagi akan semakin panik

Komentar

Postingan Populer